DIMANAKAH LETAK KEBAHAGIAAN YANG SEBENARNYA ITU?

“Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia” – Robert G. Ingersoll
Apakah saat ini merasa bahagia? Di mana letak kebahagiaan Anda sesungguhnya? Apakah pada moleknya tubuh? Jelitanya rupa? Tumpukan harta? ….atau barangkali punya mobil mewah & tingginya jabatan?

Jika itu semua sudah Anda dapatkan, apakah Anda bisa memastikan bahwa Anda “akan” bahagia?
Kali ini saya akan mengajak Anda untuk melihat, kalau limpahan harta tidak selalu mengantarkan pada kebahagiaan


Dan ini Kisah nyata.....
Ada delapan orang milyuner yang memiliki nasib kurang menyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para milyuner berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat sukses di zamannya. Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya satu persatu :
  • Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel, perusahaan besi baja ternama waktu itu. Dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai 5 tahun hidupnya sebelum meninggal.
  • Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Pria ini hrs menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing.
  • Jesse Livermore (raja saham “The Great Bear” di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta), Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya memilih mati bunuh diri.
  • Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.
  • Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, meninggal di negeri orang lain.
  • Albert Fall, anggota kabinet presiden Amerika Serikat, meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.
Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia! Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan bagi semua orang. Hampir segala tujuan muaranya ada pada kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa merasakan “hidup” jika sudah menemukan kebahagiaan.

Pertanyaannya… di mana kita bisa mencari kebahagiaan? Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yang mahal? Restoran mewah? Di Hawaii? di Paris? atau di mana? Sesungguhnya, kebahagiaan itu tidak perlu dicari kemana-mana…karena ia ada di hati setiap manusia.Carilah kebahagiaan dalam hatimu!

Telusuri ‘rasa’ itu dalam kalbumu! Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana…  
Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana kita sesungguhnya bisa mendapatkan kebahagiaan “setiap hari”. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan:
  1. Mulailah Berbagi!Ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain. Dengan cara berbagi akan menjadikan hidup kita terasa lebih berarti.
  2. Bebaskan hati dari rasa benci, bebaskan pikiran dari segala kekhawatiran.Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan membuat hati merasa tidak nyaman dan tersiksa.
  3. Murahlah dalam memaafkan!Jika ada orang yang menyakiti, jangan balik memaki-maki. Mendingan berteriak  “Hey! Kamu sudah saya maafkan!!”. Dengan memiliki sikap demikian, hati kita akan menjadi lebih tenang, dan amarah kita bisa hilang. Tidak percaya? Coba saja! Saya sering melakukannya. 
  4. Lakukan sesuatu yang bermakna.
    Hidup di dunia ini hanya sementara. Lebih baik Anda gunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Dengan cara seperti ini maka kebahagiaan Anda akan bertambah dan terus bertambah.
  5. Dan yang terakhir, jangan terlalu banyak berharap pada orang lain, nanti Anda akan kecewa!
Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain. Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang Maha Kasih dan Kaya. Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan Dia-lah yang menciptakan segala ‘rasa’, termasuk rasa bahagia yang selalu Anda inginkan. 
 Semoga mendapat hikmah dan bermanfaat

Arapaima gigas Jenis Ikan Air tawar Terbesar di Dunia



Arapaima gigas merupakan ikan air tawar terbesar di dunia karena dapat mencapai panjang 4,5 meter dengan berat lebih dari 200 kg. Ikan ini bersama ikan arowana termasuk ikan purba yang masih tersisa. Tubuhnya memanjang dengan bentuk kepala seperti ikan gabus. Hanya terdapat 1 jenis arapaima dalam satu marga. Ikan ini dilindungingi CITES apendiks 2 sejak 1975.

Distribusi dan habitat asli tersebar di sekitar Sungai Amazon di Brazil dan di negara - negara Amerika Selatan lainnya. Tedapat di sungai, danau yang tenang dan banyak vegetasi air. Ikan inimemasuki usia siap kawin pada umur 4,5 tahun. Arapaima yang akan kawin biasanya membuta sarang di dasar pesisir / lumpur. Di alam, musim kawin terjadi pada April dan Mei.


Populasinya menyusut karena panen berlebih ( over exploited ). Seperti halnya ikan arowana, arapaima juga berburu burung bahkan mamalia yang ada dii sekitar sungai dengan cara menyergap dan melompat dari air. Ikan ini di alamnya digunakan sebagai terget memancing dan sebagai ikan konsumsi. Sebagai ikan hias, arapaima sudah beredar di seluruh dunia.
Ikan ini di Indonesia masuk kriteria Appendiks 2 CITES, tetapi saat ini banyak dijual dengan harga sekelas arowana. Arapaima banyak dipakang di berbagai kebun binatang dan tempat - tempat wisata air di dunia, termasuk di Indonesia, karena ukurannya sangat besar.


Sumber: Fisheries Blog

Ikan Barakuda Bisa Hidup di Air tawar Maupun di Air Asin


Ikan ini memiliki nama ilmiah Sphyraena barracuda, disebut juga ikan tunuk, senul, halu – halu, tangkuloh, langsar, dan leres. Ikan dewasa mempunyi bercak hitam pada bagian belahan badan di bawah gurat sisi. Dapat mencapai ukuran 180 cm. Terdapat setidaknya 2 jenis, yang lain adalah jenis Sphyraena jella.
Status konservasi tidak tercatat. Distribusi di alam hampir merata di pantai – pantai Indonesia serta muara sungai yang besar.
Barakuda adalah ikan yang mempunyai kemampuan beradaptasi di air tawar maupun air asin. Yang masih kecil biasanya berada di sekitar sungai dekat muara, sedangkan ikan yang besar berada di laut. Merupakan ikan yang berasosiasi dengan daerah karang karena mencari makanikan – ikan di sekitar terumbu karang. Biasa hidup di pantai karang (tebing karang di tepi pantai).


Hidup di semua massa air. Barakuda termasuk ikan buas bilamana dilihat dari deretan giginya yang tajam. Ikan ini makan ikan, cumi, atau udang dengan menyergap dan mengejarnya. Giginya yang tajam seringkali memutuskan senar oancing sehingga tali liner untuk memancing ika barakuda harus dibuat dari baja. Untuk memancing ikan ini, jneis umpan apapun dapat digunakan.Barakuda termasuk ikan yang mau makan baik siang maupun malam, atau semidiurnal. Merupakan ikan bentopelagik atau hidup hampir di semua massa air sehingga selain memakan ikan permukaan juga memangsa ikan dasar. Kadang – kadang ditemukaan hidup secara bergerombol, tetapi lebih sering hidup soliter atau berpasangan.

Barakuda sering menjadi target lomba memancing. Ikan ini juga sering dijual sebagai ikan konsumsi dengan harga sedang. Rekor pemancingan nasional (FORMASI) ikan ini seberat 23,4 kg oleh Karel. A.Van Druten di Ujung Kulon, 14 November 1998 sepanjang 5,5 kaki dengan berat 103 lbs di pantai Bahama.


 Sumber: dari berbagai sumber

Mengenal Ikan Koi (Cyprinus carpio)




Cyprinus carpio merupakan nama Latin ikan koi yang mempunyai kekerabatan yang sama dengan ikan mas. Konon, ikan mas merupakan nenek moyang ikan koi. Oleh karena itu, ikan koipun bisa dikonsumsi.

Di negara asalnya Jepang, ikan koi bisa mencapai panjang maksimum 120 cm. Sedangkan di Indonesia ikan koi baru bisa mencapai panjang maksimum 75 cm. Ikan koi termasuk ikan yang berumur panjang. Konon ikan koi milik Kekaisaran Jepang mencapai umur 120 tahun, dengan panjang 120 cm.

Bentuk Badan Ikan Koi
    Bentuk badannya bisa dilihat saat koi berenang, karena bentuk badan yang sempurna akan berpengaruh langsung pada gaya berenangnya. Demikian pula Sebaliknya. Walaupun seekor koi mempunyai corak warna yang sangat indah dan montok, tapi Jika sirip-nya tidak lengkap, koi tersebut dinilai jelek. Walaupun tidak mutlak, Sebaiknya kedua sisi badannya simetris. Dan harus diingat, seekor induk betina yang sedang "mengandung" perutnya lebih buncit. Ini Jangan disalahartikan bahwa ikan koi tersebut perutnya tidak normal. Harus diingat pula, ada dua bentuk badan yang abnormal yaitu: cacat dan kurang makan.
    Secara rinci, bentuk badan yang harus diperhatikan adalah seperti berikut: 

    Garis punggung lurus dan punggung melengkung wajar
      Jika kita perhatikan dari atas, garis punggung koi harus terlihat lurus dan ketika mereka bergerak meliuk punggungnya melengkung dengan wajar. Jika dilihat dari samping, maka garis sebelah atas badannya dan bawah badannya membentuk lengkung yang wajar. Artinya, sebelah atas badannya tidak boleh terlalu melengkung, tapi sebelah bawah juga Jangan sampai membentuk garis lurus. Koi yang ketika berenang membentuk lengkungan yang tajam pada badannya sendiri tidak pantas untuk dipilih.  

      Sirip tumbuh sempurna dan cantik
        Sirip yang cantik dan besarnya sesuai dengan badannya, menjadikan koi tampak cantik. Yang paling penting di antara semua sirip adalah sirip dada. Sirip ini tidak boleh cacat karena penyakit atau cacat bawaan. Beberapa koi yang karena keku-rangan makan biasanya mempunyai sirip yang kerdil (kecil).
        Sirip ekor dan sirip punggung koi sering ditemukan cacat. Begitu pula halnya dengan sirip perut atau sirip anal. Usahakan memilih koi yang mempunyai bentuk sirip sempurna. 

        Kepala berbentuk sempurna
          Beberapa wajah koi enak dilihat, tapi beberapa lagi tidak. Ada koi yang mempunyai hidung bersan-dar ke depan, dan sebagian lagi ada yang mancung. Bentuk hidung koi ini, kendati berbeda, keduanya dianggap kurang bagus. Yang bagus adalah koi dengan bentuk hidung yang wajar, tidak terlalu menonjol, tapi juga tidak tenggelam dalam timbunan daging.
          Cacat rahang paling menentukan. Boleh jadi cacat ini disebabkan oleh penyakit gill root (akar insang) yang menyerang koi ketika masih kecil. Cacat yang disebabkannya sangat besar pengaruhnya terhadap penilaian koi. Kepala koi menjadi besar dan lebar, dan sangat tidak enak dipandang. Penyakit ini memang mempengaruhi bentuk mulut dan insang. Antara mata, mulut, dan rahang harus sama bagusnya dan membentuk suatu bangunan yang serasi dan sempurna.
           

          Perbandingannya serasi
            Perbandingan antara panjang, lebar, dan tinggi merupakan kunci bagus tidaknya koi. Yang dimak-sudkan di sini adalah angka paling besar antara perbandingan panjang badan dan tinggi adalah satu. Itu yang paling bagus. Namun pada umumnya angka rasio ini berkisar antara 1-2,6 hingga 1-3,0 dan biasanya angka ini sudah cukup memadai.


            Kualitas Ikan Koi
              Kualitas koi sesungguhnya sulit dilukiskan dengan kata-kata. Kualitas yang tinggi merupakan perpaduan antara warna-warna putih, merah, hitam, dan bentuk badan secara keseluruhan. Suatu kecenderungan untuk menilai koi lebih yang besar, tanpa melepaskan kriteria warna badannya, adalah sangat penting.
              Kualitas koi identik dengan setiap poin yang berlaku di dalam penjurian perlombaan koi. Bentuk badannya, warnanya, pola warna, dan keanggunan-nya sangat erat hubungannya dengan kualitas koi. Mendapatkan kualitas yang bagus adalah suatu hal yang sangat kita harapkan. Dan pastilah koi demikian akan mendapatkan nilai yang tinggi apabila diikutkan dalam perlombaan. Adalah salah besar apabila kita Selama ini hanya menganggap bahwa nilai seekor koi hanya ditentukan oleh pola warna badannya ataupun dari besarnya saja.
              Dengan mengetahui kualitas koi, kita bisa memperkirakan harganya. Artinya, Jika koi yang hendak kita beli benar-benar bagus, tidak salah apabila kita harus mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah. Nilai sebesar itu tentu tidak untuk seekor koi yang rendah kualitasnya. Jangan lagi kita menjadi korban dari keisengan pedagang yang menawarkan seekor ikan mas lauk yang sekalipun besar dan bentuk badannya bagus, dengan harga seekor koi. Atau Sebaliknya, Jangan sampai kita bertahan dengan harga yang rendah ketika nienawar seekor koi berkualitas prima. Karena hal ini sebenarnya hanya akan menelanjangi kita, karena kebodohan kita akan terlihat oleh para pedagang. Jika pedagang menghadapi penv beli yang tidak mengerti, mereka malah akan mengerjai atau bahkan segan melayani pembeli berkonsultasi.


              Pola Warna Ikan Koi
                Semua tanda-tanda dalam tubuh koi haruslah seimbang. Bagian putih pada mulut dan bagian ekor paling penting. Kepala yang membentuk huruf seharusnya ideal, tapi yang berbentuk unik yang sering dibutuhkan. Dua bagian yang menjadi pusat penilaian adalah bagian kepala dan bahunya dan daerah ekor. Daerah kepala dan punggung jauh lebih penting dibandingkan  daerah ekor. Warna merah pada kepala harus lebar dan tegas. Garis putih pada leher sangat diharapkan sekali pada seekor Kohaku. Pada daerah ekor yang sangat diharapkan adalah warna putih yang bersih, tidak kehitam-hitaman.

                Pemilihan Benih Ikan Koi
                  Kegiatan yang paling sulit dari rangkaian kegiatan pemijahan adalah penyeleksian benih. Seleksi yang sembrono atau ceroboh akan mengakibatkan kita rugi, karena biaya makan yang banyak dan tenaga ekstra yang telah banyak tercurahkan hanya menghasilkan koi yang rendah mutunya.
                  Dewasa ini ada anggapan bahwa orang yang memijahkan koi selalu berharap menghasilkan koi yang bagus kualitasnya. Anggapan ini keliru sama sekali, sebab  tidak sedikit dari mereka yang sudah ber-pengalaman mendapatkan benih koi yang keseluruhannya jelek. Umumnya di antara mereka tidak memproduksi secara masal, sebab produksi masal susah diurut asal-usulnya.
                  Asal-usul ini sangat perlu, terutama Jika akan mengawinkan koi dengan induknya. Dengan pemijahan berpasangan, induk akan mudah dicari sebab induk hanya seekor betina dan dua atau tiga ekor jantan yang gampang diingatnya. Memproduksi  koi  secara   masal   hanya akan menambah pekerjaan, karena seekor koi mampu menghasilkan anak hingga puluhan ribu ekor.
                  Kepadatan benih yang sangat tinggi cenderung membuat benih bersaing tempat dan makanan. Koi yang buruk dapat merusak koi yang mutunya bagus. Oleh karenanya perlu diadakan penyeleksian yang ketat.
                  Penyeleksian dilakukan ketika benih berumur 1 hingga 3 bulan, dan benih dipisahkan menurut besar dan jenisnya. Ada beberapa ekor koi yang umumnya tumbuh terlalu besar, sedangkan sebagian lagi sangat lambat. Penyeleksian ini juga akan membantu koi yang pertumbuhannya lambat bisa tumbuh normal kembali.
                  Selama 1-3 bulan penyeleksian dilakukan sebanyak 3 atau 4 kali. Seleksi yang pertama, dilakukan sekitar 2 minggu setelah menetas bagi Showa, 50 hari setelah menetas untuk Ogon, 60 hari untuk Kohaku dan Taisho-sanke. Benih yang cacat ditandai dengan warna merah, putih, atau hitam saja. Biasanya dari jumlah benih yang menetas, sisanya yang bagus tinggal 10—20%.
                  Seleksi kedua dilakukan untuk menentukan pola warna dan kualitas secara keseluruhan. Setelah selesai seleksi akan makin sedikit benih yang masih tersisa, tapi yang jelas akan semakin ringan pekerjaan yang harus kita lakukan. Seleksi benih memang susah, dan hanya bisa dilakukan dengan benar dan serius oleh mereka yang sudah dekat dengan koi. Dan penglihatan yang tajam tetap diperlukan untuk mendapatkan benih-benih yang bagus kualitasnya. Secara umum benih-benih yang lolos seleksi akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
                  • Badan dan siripnya normal, tidak cacat.
                  • Warna badannya sudah nampak menonjol, sesuai dengan varietasnya.
                  • Warna putih, merah, hitam atau kuning nampak jernih tidak tercampur dengan warna lain.

                  1. Bentuk Kolam
                  Bentuk kolam untuk koi memang bisa dibuat macam-macam asal tetap disesuaikan dengan luas tanah yang tersedia. Pada prinsipnya ada dua corak/ tipe kolam koi yang umum yaitu formal (resmi) dan non formal (tidak resmi). Tipe kolam yang terakhir biasanya   bentuknya   lebih  fleksibel  dibandingkan bentuk yang pertama yang rata-rata serba simetris, geometris, misalnya bundar, persegi panjang, atau bujur sangkar.  Bentuk kolam resmi ini biasanya akan terasa terpisah dengan lingkungan sekitarnya, karena memberikan kesan yang serba "teratur" dan "disiplin". Padahal maksud kita membuat kolam adalah untuk membantu kita melepaskan ketegang-an dan memberi hiburan pada kita. Jika toh yang kita temukan kesan formal, yang serba teratur tentu ibarat lolos dari mulut macan jatuh ke mulut buaya, Berbeda dengan kesan yang ditimbulkan oleh kolam formal, pada kolam non formal kita akan menemukan kesan tenang, menyatu dengan sekitar kita, dan menyejukkan. Kalau toh dibangun dekat rumah, kolam  terasa bukan merupakan bagian lain dari rumah, yang jelas bentuknya mendekati formal (serba geometris dan simetris), tapi merupakan pelengkap, kalau tidak boleh disebut hiasan, untuk meng-hilangkan kesan kaku dan baku pada bentuk rumah. Bentuk formal bukannya tidak perlu pada kolam  taman. Kolam formal mempunyai kelebihan, yaitu mudah  dikerjakan dan lebih kuat. Berbeda dengan kolam non formal yang bentuknya tidak baku, sering kita memberi adonan yang tidak sama rata untuk setiap bagian kolam. Oleh karena itu banyak yang kemudian menggabungkan kedua bentuk itu. Artinya pada bagian  dalam kolam  dibentuk sedikit formal (agak lonjong atau agak persegi panjang) kemudian pada bagian luarnya (atasnya) diberi beberapa penekanan sesuai dengan selera kita. Kalau toh mereka ingin memilih bentuk formal, berhubung tanah yang tersedia memang mengharuskan mereka untuk memilih itu, kesan formal bisa dihilangkan dengan membuat kolam dalam bentuk formal tidak lengkap. Sebagai misal tanah yang tersedia di pojok rumah seluas 4 meter persegi (bentuk bujur sangkar tanahnya) mereka bisa membuat kolam 3/4 lingkaran atau 1/2 lingkaran.
                  1. Kolam taman, baik yang resmi maupun yang tidak resmi, bisa tampil dalam berbagai wajah. Antara yang satu dengan lainnya memang tidak diharam-kan untuk digabung, dan tidak pula mengecewakan bila tampil secara pribadi. Aneka bentuk kolam koi yang bisa dipilih.
                  2. Kolam berbentuk bundar. Kombinasi kolam di atas permukaan tanah dan di bawah tanah.
                  3. Kolam simetris di atas permukaan tanah.
                  4. Kolam setengah bundar. Dibawah permukaan tanah (atas) dan di atas permukaan tanah (bawah).
                  Kolam taman bisa tampil dengan tiga rupa, yaitu kolam taman apa adanya tanpa diiringi irama geme-ricik air, kolam taman dengan iringan musik air yang ditimbulkan air mancur di tengah kolam, dan yang terakhir kolam taman dengan iringan kecipak dan sejuknya air terjun. Bagi mereka yang menyukai ketenangan tentu kolam yang tenang tanpa kecipak air yang dikehendaki, sedangkan yang suka akan suasana alam dan menginginkan suasana alami kolam tipe terakhir yang dilengkapi air terjun yang lebih di-sukai. Berbeda dengan mereka yang mempunyai bibit-bibit aristrokasi dalam dirinya, tentu lebih menyukai kolam dengan air mancur di tengahnya.
                  Ketiga rupa kolam taman tersebut bukanlah harga mati yang tidak bisa dikutak-katik lagi. Dengan kata lain, bukan tidak mungkin kita memilih bentuk kolam lain yang tak kalah eksotiknya. Misalnya saja kolam dengan aliran air pada salah satu sisi-nya yang mengesankan koi berada di dalam ling-kungan perairan yang mengalir. Bisa juga aliran air ini ada di bagian tengah kolam, yang mengesankan koi berada dalam perairan yang menggelegak, menakjubkan.
                  Variasi penampilan kolam memang bisa seribu muka. Seperti misalnya kita memilih air terjun lang-sung tanpa melewati tebing buatan yang mengesankan suasana perbukitan atau pegunungan. Dan untuk menutupi kekakuan ini. kita pasang kincirair yang bisa mengalunkan musik ketika berputar tertimpa aliran air ini. Yang harus kita ingat bahwa pilihan kita itu harus tetap kembali pada kondisi kolam itu sendiri, berapa besar dan di mana letak-nya. Kita tidak mungkin membuat pancuran air atau air mancur pada kolam kecil yang terletak di depan jendela kita. Kolam kecil di depan jendela atau di serambi hanya cocok tanpa perlengkapan rnacam-macam. Tiupan angin pada air yang memancar ke atas bisa bikin repot. Bila lokasi memungkinkan, kita bisa memvariasi bentuk dengan membuat kolam besar dan kecil. Kolam kecil untuk keluarnya air hingga luber ke arah kolam besar yang berisi ikan, yang  sudah  pasti  akan  mengingatkan  kita pada suasana mata air (belik) di pinggir-pinggir sungai di Jawa.


                  2.Ukuran Kolam
                    Sebenarnya membuat kolam ikan koi, tidak harus memiliki lahan yang luas, cukup dengan 1x1.5 m2 saja sudah dapat memiliki kolam ikan yang asri. Kedalaman kolam harus diperhatikan dalam memelihara Koi. Kedalaman kolam yang optimal sebaiknya sekitar 50 cm, dengan tinggi permukaan air dari dasar kolam sekitar 35 cm. Untuk ikan koi, buatlah suatu lubang / spot di tengah kolam dengan kedalaman extra ±15 cm sebagai tempat ikan koi beristirahat dan juga sebagai tempat persembunyian yang aman, jika di kolam terdapat bebek misalnya.
                    Untuk kolam yang ukurannya lebih dari 3x4 meter persegi, dasar kolam harus diberi konstruksi beton. Ini dimaksudkan agar kolam dapat menahan tekanan dari dalam tanah. Jika tidak, dasar kolam bisa retak dan bocor. Kedalaman kolam yang optimal bertujuan untuk mendapatkan mutu Ikan Koi yang baik. Pertumbuhan koi terbilang cepat. Untuk kedalaman kolam 0.5m hanya dapat diisi ikan koi kecil. Setelah ikan Koi tumbuh agak besar harus dipindahkan ke kolam yang lebih luas, agar tidak terhambat pertumbuhannya.


                    3.Lokasi Kolam
                      Jika kita memilih membangun kolam dekat rumah, atau di depan jendela kamar, kita harus siap-siap dengan risikonya. Risiko ini tidak lain adalah kelembapan yang bakal ditimbulkan oleh kolam koi ini. Oleh karena itu sangat dianjurkan membuat kolam koi setidaknya berjarak 4 meter dari rumah. Hal tersebut tentu tidak memungkinkan bagi yang memiliki sepetak rumah bertipe 27/66 m2.
                      Selain itu lokasi yang dipilih hendaknya bebas dari naungan pohon-pohonan. Bagi yang memiliki pekarangan luas, pilihlah lokasi yang tidak berada di bawah pohon yang besar. Daun-daunan yang gugur selain akan mengotori kolam yang tidak enak dilihat, juga akan menurunkan pH air kolam, sehingga koi menjadi tidak sehat. Jika tidak ada lahan lagi yang terbebas dari tanaman, maka kita harus menentukan pilihan, lebih sayang kepada pohon atau tetap akan melaksanakan keinginan kita mempunyai kolam koi.
                      Sebenarnya pohon tidak perlu dibabat habis, kurangi cabang dan dahan di atas lokasi kolam koi. Naungan dari kerindangan pohon tetap dibutuhkan kolam koi untuk mencegah sengatan matahari agar kolam tidak lekas berlumut. Jika bisa, usahakan lokasi terletak di sebelah timur rumah agar hanya sinar matahari saja yang menerpa di atas kolam, tidak matahari siang yang terik. 


                      4.Jumlah Ideal Penempatan Koi dalam Kolam
                        Kebiasaan para pemula adalah menempatkan koi dalam jumlah banyak ke kolam yang tidak begitu luas. Seiring dengan itu, jika kita perhatikan ikan dalam kolam tersebut banyak yang tidak bagus.
                        Ikan-ikan yang terlalu biasa dan tidak mempunyai daya tarik yang kuat tidak jarang turut menghuni kolam koi. Akibatnya jelas bahwa akan terjadi persaingan konsumsi oksigen. Selain itu juga koi yang tidak bagus juga akan turut mengeluarkan sisa kotoran dan menjadi penyaing tempat dan makanan. Akan lebih bagus jika kita hanya menempatkan koi yang bagus saja dalam kolam, kendati hanya sedikit. Sedikit ikan koi yang bagus lebih berarti bagi kita dibandingkan banyak koi tapi tidak bagus, karena merekalah yang nantinya bakal rnenghibur kita.
                        Jumlah koi yang ideal yang pantas untuk menghuni kolam tergantung dari beberapa hal, yaitu umur dan besarnya koi, serta luas dan daiamnya kolam. Dalam buku NishikigoiFancy Koi, Takchiko Tamaki memberi patokan tentang kaitan jumlah koi dengan kolam tempat hidupnya.

                        Jumlah Koi berdasarkan kedalaman dan ukuran kolam :
                         
                         Umur Koi (tahun)
                         Panjang Koi (cm)
                         Minimal Kedalaman Kolam (cm)
                         Jumlah Koi per 4 m2 (ekor)
                         1
                         ±15
                         20 - 30
                         ±40
                         2
                         ±30
                         30
                         ±10
                         3 - 5
                         lebih 40
                         30 - 45
                         ±2-5
                         Takehiko Tamaki, 1977

                        Tentu jumlah koi tersebut harus disesuaikan dengan kondisi kolam. Artinya jumlah tersebut bisa saja dikurangi Jika kondisi kolam tidak memungkinkan, karena jumlah tersebut disusun untuk kolam-kolam dalam kondisi baik.

                        sumber: Dari berbagai sumber.

                        MENGENAL IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus)


                        A.     Mengenal Lebih Dekat Ikan Gabus
                        Ikan gabus merupakan ikan air tawar liar dan predator benih yang rakus dan sangat ditakuti pembudidaya ikan. Ikan ini merupakan ikan buas (carnivore yang bersifat pemakan segala yang predator). Di alam, ikan gabus tidak hanya memangsa benih ikan tetapi juga ikan dewasa dan serangga air lainnya termasuk kodok.
                         
                        Asal usul Ikan Gabus, Ternyata ikan gabus adalah ikan asli Indonesia. Hidup di perairan sekitar kita, di rawa, di waduk dan di sungai-sungai yang airnya tenang. Namun sayang, populasi ikan gabus di alam sudah mulai berkurang, sehingga budiadaya ikan gabus ini sangat perlu dikembangkan.
                        Ikan gabus dikenal dengan banyak nama. Ada yang menyebutnya sebagai aruan, haruan (Melayu dan Banjar), kocolan (Betawi); bayong, bogo, licingan, kutuk (Jawa), bale salo (Bugis); dan lain-lain.. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793) dan ada yang menyebutnya Ophiocephalus striatus.
                        Kelas            :    Pisces
                        Subkelas       :    Actinopterygii
                        Ordo             :    Perciformes
                        Famili            :    Channidaeae
                        Genus            :    Channa
                        Species          :    Channa sriata/Ophiocephalus striatus
                        Ada beberapa jenis gabus. Channa striata merupakan jenis ikan gabus yang banyak ditemui dan memiliki ukuran tubuh relatif kecil. Jenis lain adalah gabus toman Channa micropeltes dan Channa pleuropthalmus. Gabus toman merupakan jenis gabus yang berukuran tubuh besar, mencapai panjang 1 meter dengan 5 kg.

                        Ikan gabus memiliki kepala berukuran besar dan agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead). Terdapat sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh berbentuk bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali atau torpedo. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga ke ekor berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata).Warna ini sering kali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulutbesar,dengan gigi-gigi besar dan tajam.


                        Ikan gabus biasa ditemukan di perairan umum sebagai ikan liar. Banyak itangkap di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Di Indonesia, ikan gabus awalnya hanya terdapat di barat garis Wallacea (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan). Namun dalam perjalanan waktu, ikan gabus diintroduksi (dimasukkan) ke wilayah Indonesia Timur.         

                        Pada beberapa daerah yang dilalui aliran sungai besar, rawa-rawa, danau, kolam, sawah dan lain sebagainya atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui "berjalan" di daratan khususnya di malam hari di musim kemarau mencari tempat lain yang masih berair. Ikan gabus bisa bertahan hidup tanpa air karena bisa bernapas menyerap oksigen bebas menggunakan alat bantu pernapasan berupa "labirin".

                        B.      Ciri-Ciri Ikan Gabus
                        Ikan gabus memiliki kepala berukuran besar dan agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead). Terdapat sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh berbentuk bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali atau torpedo. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga ke ekor berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata).Warna ini sering kali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulut besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam.

                        C.      Teknik Budidaya Ikan Gabu
                        1.      Perbedaan Ikan Gabus  Jantan Dan Betina  
                         
                        Jantan dan betina ikan gabus bisa dibedakan dengan mudah. Caranya dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening. Betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan dan harus sudah mencapai 1 kg.


                        2.      Pemijahan Ikan Gabus          
                        Pemijahan dilakukan dalam bak beton atau fibreglass. Caranya, siapkan sebuah bak beton ukuran panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 4 hari; masukan air setinggi 50 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan; sebagai perangsang pemijahan, masukan eceng gondok hingga menutupi sebagian permukaan bak; masukan masukan 30 ekor induk betina; masukan pula 30 ekor induk jantan; biarkan memijah; ambil telur dengan sekupnet halus; telur siap untuk ditetaskan. Untuk mengetahui terjadinya pemijahan dilakukan pengontrolan setiap hari. Telur bersifat mengapung di permukaan air. Satu ekor induk betina bisa menghasilkan telur sebanyak 10.000 – 11.000 butir.
                        3.      Penetasan   
                        Penetasan telur dilakukan di akuarium. Caranya : siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air bersih setinggi 40 cm; pasang dua buah titik aerasi dan hidupkan selama penetasan; pasang pula pemanas air hingga bersuhu 28 O C; masukan telur dengan kepadatan 4 – 6 butir/cm2; biarkan menetas. Telur akan menetas dalam waktu 24 jam. Sampai dua hari, larva tidak perlu diberi pakan, karena masih menyimpan makanan cadangan.
                        4.      Pemeliharaan Larva Ikan Gabus
                            Pemeliharaan larva dilakukan setelah 2 hari menetas hingga berumur 15 hari, dalam akuarium yang sama dengan kepadatan 5 ekor/liter. Kelebihan larva bisa dipelihara dalam akuarium lain. Pada umur 2 hari, larva diberi pakan berupa naupli artemia dengan frekwensi 3 kali sehari. Dari umur 5 hari, larva diberi pakan tambahan berupa daphnia 3 kali sehari, secukupnya. Untuk menjaga kualitas air, dilakukan penyiponan, dengan membuang kotoran dan sisa pakan dan mengganti dengan air baru sebanyak 50 persen. Penyiponan dilakukan 3 hari sekali, tergantung kualitas air.
                        5.      Pendederan Ikan Gabus
                        Pendederan ikan gabus dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 200 m2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan parit keliling dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 - 7 karung kotoran ayam / kotoran ternak; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 4.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 - 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam untuk setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.
                        6.      Pembesaran Ikan Gabus di Kolam
                                     Pemeliharaan ikan gabus untuk dibesarkan di kolam dengan cara sebagai berikut :
                        Siapkan kolam dengan ukuran tergantung keadaan lahan yang tersedia, biasanya ukuran antara 2.500 M2– 5.000 M2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan parit keliling dengan lebar 2 M dan tinggi 40 cm; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 500 – 1.000 kg kotoran ayam / kotoran ternak; isi air setinggi 75 cm - 100 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar benih berumur 3 minggu sebanyak 5 ekor/M2  pada pagi hari; setelah itu beri pakan tambahan dengan dosis 3 – 5 % dari berat badan per hari; panen dapat dilakukan setelah ikan gabus berumur 3 – 4 bulan (ukuran konsumsi).

                        SUMBER : -    www.aquaculture.blogspot.com
                            -       www.arepsmart.blogspot.com

                        Mutiara Terindah di Dunia

                        Pada prinsipnya, moluska bercangkang berpeluang menghasilkan mutiara secara alami. Namun tidak semua kerang bisa menghasilkan mutiara yang bagus dan memiliki nilai jual yang lumayan.

                        Kerang penghasil mutiara umumnya berasal dari famili Pteriidae, namun yang umum dikenal hanya jenis-jenis tertentu seperti gold atau silver-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir emas atau bibir perak) Pinctada maxima, black-lip pearl oyster (kerang mutiara bibir hitam) Pinctada margaritifera, Akoya pearl oyster (kerang mutiara Akoya) Pinctada fucata dan the winged-pearl oyster (kerang mutiara bersayap) Pteria penguin.

                        Semua anggota famili ini hidup di laut. Sedangkan moluska lain penghasil mutiara yang sejauh ini dikenal berasal dari kelompok abalone dan beberapa gastropoda lain serta beberapa jenis kerang bivalvia air tawar.


                        Setiap jenis kerang mutiara menghasilkan mutiara dengan spesifikasi yang berbeda. Pinctada maxima menghasilkan mutiara relatif lebih besar dari semua jenis kerang penghasil mutiara, berwarna perak, emas dan krem. Jenis ini banyak dibudidayakan di Indonesia, Birma, Thailand dan Australia.

                        Sedangkan kerang jenis Pinctada margaritifera merupakan primadona negara-negara pasifik selatan. Mutiara yang dihasilkannya bervariasi dari warna krem sampai warna hitam. Warna hitam merupakan warna yang diminati pelanggan mutiara dunia saat ini. Dengan demikian harganya sangat mahal. Diameter mutiara yang dihasilkan umumnya lebih kecil daripada yang diproduksi Pinctada maxima.

                        Sementara Pinctada fucata adalah jenis yang banyak dibudidayakan di Jepang, dan Pteria penguin tidak banyak dibudidayakan karena sejauh ini hasilnya diperuntukkan hanya pada kalangan tertentu mengingat bentuk mutiara yang dihasilkan umumnya tidak bundar.

                        1. PEARL of ALLAH / Lao-Tze Pearl


                        Pearl of Allah (secara resmi dikenal dengan nama Lao-Tze pearl) adalah mutiara terbesar di dunia yang ditemukan pada tahun 1934 di lepas pantai Pulau Palawan oleh seorang penyelam Filipina.

                        Mutiara ini dijadikan hadiah kepada Wilbur Dowell Cobb oleh kepala suku di Palawan pada tahun 1936 karena Cobb telah menyelamatkan nyawa anaknya.

                        Keturunan Cobb menjual mutiara ini kepada toko permata di California tahun 1980 dengan harga 200.000 dollar AS. Harga saat ini ditaksir sebesar 40 juta dollar AS.

                        Mutiara raksasa ini ditemukan di dalam kima raksasa Tridacna gigas. Hal yang tak mungkin dihasilkan oleh kerang mutiara dari Family Pteriidae atau kerang penghasil mutiara dari jenis lain.

                        Bentuk mutiara Pearl of Allah tidak beraturan (baroque) dan menyerupai otak kepala besar. Panjang yang mencapai 23.8 cm dan berat 6.4 kilogram menjadikannya sebagai mutiara terbesar yang ditemukan selama ini.


                        2. La Peregrina


                        La peregrina atau Sang pengelana (musafir) adalah mutiara yang ditemukan di Kepulauan Perlas, lepas pantai Panama pada tahun 1500-an. Konon, mutiara ini ditemukan oleh seorang budak yang menginginkan kebebasan sebagai bayaran dari mutiara yang ditemukannya.

                        Mutiara ini dibawa dan diserahkan kepada Raja Spanyol Phillip II dan sang raja menghadiahkannya kepada Ratu Maria, sebagai hadiah pernikahan. Saudara dari Napoleon I, Joseph Bonaparte mengambil mutiara ini dan membawanya ke Prancis dan akhirnya sampailah mutiara ini kepada Duke of Abercrombie.


                        Akhirnya, mutiara ini dibeli dengan harga 37 ribu dollar amerika oleh Richard Burton dan menghadiahkannya sebagai hadiah Valentine’s Day kepada Elizabeth Taylor. Keunikan dari mutiara ini, disamping perjalanannnya yang begitu panjang, dia memiliki bentuk seperti air mata atau buah pir, dan memiliki berat 10.192 gram.

                        3. Big Pink Pearl


                        Mutiara besar bewarna pink ini berharga 4.7 juta dollar amerika pada tahun 1991. Dia dicatat dalam buku Guiness Book of Records sebagai mutiara yang paling besar yang ditemukan dari abalone (Haliotis).

                        Berbentuk baroque dan memilik berat 470 carat setara dengan 94 gram. Mutiara ini dimiliki oleh Wesley Rankin yang menemukannya di Salt Point State Park, California pada tahun 1990.

                        4. Abernathy Pearl


                        Mutiara alami dari air tawar ini ditemukan oleh William Abernathyl, sang penyelam mutiara di sungai Tay pada tahun 1967. Dengan berat 44 grains, mutiara ini dianggap mutiara yang paling sempurna yang ditemukan dari sungai-sungai di Skotlandia. Mutiara ini diberi nama “the little willie”.

                        Sumber: Mutiara Paling Terkenal di Dunia
                        http://wisbenbae.blogspot.com/2011/07/mutiara-paling-terkenal-di-dunia.html

                        Menjaga keseimbangan hidup


                        Sahabat..??! ....sesungguhnya berbagi itu indah....
                        Dalam menjalani kehidupan ini kita harus seimbang. Ketika Anda memenuhi kebutuhan jasmani, kebutuhan rohani jangan terlupakan. Bila tubuh Anda memerlukan nutrisi fisik, maka jangan lupakan nutrisi mental.
                        Seimbang berarti menjalani kehidupan dengan positif, memperhatikan tiap aspek kebutuhan manusia. Bila Anda berprestasi di kantor, jangan lupa untuk berprestasi di tengah keluarga. Jika Anda bahagia menerima pemberian orang lain, jangan lupa untuk berbagi dengan sesama dan bersyukur dengan apa yang ada.
                         


                        Tuhan telah memberi contoh utamanya keseimbangan dalam menjalani hidup. Contoh pentingnya keseimbangan juga telah tampak di organ tubuh yang dimiliki makhluk hidup. Coba Anda perhatikan ikan. Mengapa ikan mampu menjaga keseimbangan tubuhnya di dalam air meski dalam keadaan tidur? Itu karena adanya gurat sisi di sekitar tubuh ikan.
                         
                        Jika Anda perhatikan bagian tubuh ikan secara melintang, dari insang hingga ekor akan tampak satu garis lurus. Garis inilah yang disebut gurat sisi (Linea lateralis). Gurat sisi berfungsi untuk mengetahui perbedaan tekanan air di sekeliling tubuh ikan, sehingga ikan tetap dalam posisi tegak dan seimbang.
                        Manusia pun demikian, memiliki alat keseimbangan di telinga bagian dalam. Alat kesimbangan manusia terdiri dari utrikulus, sakulus dan 3 saluran setengah lingkaran yang berisi sel rambut dan terhubung dengan sel saraf.
                         
                        Tiap tiap alat keseimbangan makhluk hidup akan tidak stabil kalau individu tadi berputar ke satu arah dengan cepat. Setelah berputar, dirinya akan merasa pusing dan sulit untuk bangun dalam beberapa saat.

                        Sama dengan keseimbangan dalam hidup kita. Jika diri kita hanya berputar di satu tempat saja dan tidak memperhatikan yang lain, kita akan terkejut dengan apa yang terjadi pada tempat yang kita abaikan. Kita yang bekerja keras di kantor namun bermalas-malasan di rumah, akan merasa pusing dan stres dengan apa yang terjadi di rumah. Sebaliknya bersemangat di rumah, dan malas di tempat kerja, akan membuat kita menyesal kelak di hari tua, karena kita kurang mengoptimalkan potensi di saat muda.
                        Maka seimbangkan hidup Anda, antara materi dan spiritual, fisik dan mental serta pekerjaan dan keluarga. Semuanya butuh mendapat perhatian. Dengan keseimbangan, Anda bisa berjalan tegak di dunia dan di kehidupan setelahnya kelak.


                        Salam berbagi.